Selasa, 01 Desember 2015

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PENYAKIT DIARE PADA MASYARAKAT SUKU BAJO DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WANGI-WANGI SELATAN KABUPATEN WAKATOBI

SKRIPSI FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PENYAKIT DIARE PADA MASYARAKAT SUKU BAJO DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WANGI-WANGI SELATAN KABUPATEN WAKATOBI MAULID K.2013.022.58 Skripsi ini diajukan sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MANDALA WALUYA KENDARI 2015 LEMBAR PERSETUJUAN Skripsi ini telah kami setujui untuk disajikan dihadapan Tim Penguji pada Ujian Komprehensif Program Studi Kesehatan Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mandala Waluya Kendari dalam rangka penyempurnaan Penulisan. Kendari, September 2015 Tim Pembimbing Pembimbing I Pembimbing II Lodes Hadju, SKM, M.Kes Rakhim, S.Kp, M.Kes NIDN : 09 - 1705 - 8303 NIDN : 09-1512-6203 Mengetahui, Ketua Program Studi Kesehatan Masyarakat H. Sjaifuddin,SKM, M.Kes NIDN : 09 - 1011 - 4901 ABSTRAK Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mandala Waluya Program Studi Kesehatan Masyarakat Skripsi, September 2015 MAULID (K.2013.022.58) “FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PENYAKIT DIARE PADA MASYARAKAT SUKU BAJO WILAYAH KERJA PUSKESMAS WANGI-WANGI SELATAN KABUPATEN WAKATOBI TAHUN 2015 ” PEMBIMBING I : LODES HADJU. SKM. M.KES PEMBIMBING II : RAKHIM. SKM. M.Kes (xv + 68 halaman + 2 Gambar + 17 Tabel + 10 Lampiran) Penyakit diare di Wakatobi masih memerlukan penanganan yang cukup serius di mana angka penyakit diare pada tahun 2012 ada 137 kasus, tahun 2013 ada 131 kasus dan pada tahun 2014 ada 576 kasus, dan pada tahun 2015 dari Januari-Maret berjumlah 142 kasus diare. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor- faktor yang berhubungan dengan kejadian penyakit diare pada masyarakat suku bajo di wilayah kerja Puskesmas Wangi-Wangi Selatan Kabupaten Wakatobi Tahun 2015. Jenis penelitian yang di gunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan “Cross Sectional Study “. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga Bajo Selatan berjumlah 415 kepala keluarga dan sampel dalam penelitian ini berjumlah 44 kepala keluarga. Tehnik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Metode analisis menggunakan uji chi-square dan uji keeratan hubungan (φ). Hasil analisis chi square menunjukan bahwa ada hubungan yang sedang antara sanitasi lingkungan dengan kejadian diare (nilai X2hitung=8,026> X2tabel=3,841 dan φ=0,532). Kemudian ada hubungan yang sedang antara pengetahuan dengan kejadian diare (nilai X2hitung=6,034>X2tabel=3,841 dan φ=0,532). Selanjutnya tidak ada hubungan antara sikap dengan kejadian diare (nilai X2hitung=3,658X2table = 3,841 and φ = 0,532). Then there is a midlle relationship between knowledge of the events being diarrhea (X2count= 6,034>X2table = 3,841 and φ = 0,532). Furthermore there is no correlation between attitude with diarrhea (X2count = 3,658

Tidak ada komentar:

Posting Komentar